KBT (Kamus Besar Tsirwah)

A
Aku

Tidak diperkenankan menulis artikel dengan sudut pandang orang pertama alias ke-aku-an. Hal ini disebabkan artikel (selain Opini) harus proporsional dan profesional dengan berbagai sumber serta referensi, karena apa yang kita sampaikan menjadi tanggungjawab kemudian.

Al-Qur’an / Quran / Qur'an / Alquran

Alquran lebih diutamakan (dari Al-Qur’an, Qur’an, Quran), selain sudah mewakili ejahan Al-Qur’an, diksi kata tersebut juga lebih banyak digunakan orang saat melakukan pencarian. SEO didahulukan di media Tsirwah. Cek SC untuk referensi dari Google Trends.

B
Bakal, Bakalan

Dahulukan menggunakan kata ‘bakal’ sebab kata ‘bakalan’ lebih ke arah artikel blog pribadi dan bukan artikel profesional untuk konsumsi umum.

K
Kamu

Tidak diperkenankan menulis artikel dengan sudut pandang orang kedua seperti menunjuk pembaca dengan diwakili diksi kata ‘kamu’, ‘loe’, dan semacamnya. Hal ini disebabkan artikel (selain Opini dan atau Featured yakni artikel blog pribadi), harus bijaksana dalam menyampaikan dan membuang jauh-jauh karakteristik ‘menggurui’. 

P
Praktek, Praktik

di KBBI kita akan menemukan bahwa yang baku adalah Praktik, tetapi realita diksi kata yang sering digunakan oleh netizen saat melakukan pencarian di browser seperti Google misalnya, adalah ‘Praktek’

Maka, penggunaan kata ‘Praktek’ tetap memiliki kelebihan agar artikel memiliki tingkat visibilitas yang tinggi.

Cek SC untuk melihat sumber dari Google Trends.

S
Salat Shalat Sholat

Sholat adalah yang terpilih dan diutamakan (dari Salat atau Shalat), karena users atau netizen lebih banyak menggunakan diksi kata ini di pencarian dan atau saat melakukan pencarian, meskipun tidak baku tetapi terdepan dalam SEO

Form Pembuatan KBT Tsirwah

KBT form

Tsirwah Partnership - muslimah creator