Artikel Tsirwah

Keutamaan Membaca, Simak Manfaatnya untuk Kesehatan

TSIRWAH INDONESIA Membaca merupakan hal yang penting dan utama dalam ajaran Islam. Bahkan, membaca Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam bernilai ibadah. Selain itu, membaca juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk membaca. Hal ini tersirat dalam Al-Quran surat Al-Alaq ayat 1-5:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Macam Bentuk Tulisan sebagai Karya Sastra

Berdasarkan sumbernya, tulisan dibagi menjadi dua, yaitu tulisan fiksi dan non fiksi. Tulisan fiksi bersumber dari imajinasi penulis. Contoh tulisan fiksi adalah novel dan puisi.

Tulisan non fiksi bersumber dari kajian tentang suatu fenomena yang nyata dari kehidupan sehari-hari. Contoh tulisan non fiksi adalah buku atau artikel yang mengulas suatu topik. Misalkan saja artikel tentang manfaat membaca untuk kesehatan.

BACA JUGA https://jurnalistik.tsirwah.com/membangun-kebiasaan-membaca-ini-tipsnya/

Manfaat Membaca untuk Kesehatan

Harian kompas.com pernah mengulas banyaknya manfaat membaca untuk kesehatan. Membaca novel dapat mengaktifkan nucleus raphe dorsal (DRN) di otak yang mengandung neuron dopamine yang memberi ketenangan dan rasa bahagia.

Bagian ini menstimulasi manusia untuk mampu menghadapi kesepian dan menimbulkan keinginan berteman. Jadi, walaupun membaca merupakan aktivitas yang banyak diam, namun si pembaca tidak merasa sendirian.

Studi ini menambahkan manfaat membaca dalam kehidupan sosial manusia. Orang yang suka membaca memiliki keterampilan yang baik dan lebih mampu memahami pikiran dan perasaan orang lain. Karakter dalam tulisan fiksi mampu memberi gambaran sifat-sifat baik dan buruk, serta sebab akibatnya. 

Melalui cerita dalam alurnya, si pembaca secara tidak langsung belajar tentang perasaan dari tokoh-tokoh yang diceritakan. Dengan kata lain, orang yang banyak membaca memiliki empati yang lebih baik dari pada yang tidak.

Efek Buruk Kurang Membaca

Kemampuan membaca yang baik dapat meningkatkan keterampilan. Sebaliknya, kurangnya membaca dapat membuat kurangnya pemahaman terhadap suatu objek. Tulisan-tulisan non fiksi banyak memaparkan data-data dan pemikiran logis yang dapat dipercaya, sehingga akan merangsang daya pikir pembaca. 

Sebaliknya, kurang membaca akan melemahkan kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat. Dampaknya, hal ini dapat berakibat fatal terhadap perilaku manusia di dunia kerja. Misalnya saja bila ada kesalahan memahami standar operasional prosedure (SOP)

Pastinya, kesalahan ini akan merugikan banyak orang. Kurang membaca juga bisa berdampak dalam kemampuan bekerja sama dengan tim. Kurang paham tentang pekerjaan juga bisa berdampak ke pemahaman dalam bersosialisasi. 

Modernisasi Tulisan Digital 

Zaman yang semakin modern ini menciptakan bacaan dalam bentuk digital. Orang yang sebelumnya awam dengan buku, kini dapat membaca di mana saja dan kapan saja melalui gadget. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga manfaat membaca untuk kesehatan dapat optimal.

Hal ini tentu saja memberikan kemudahan. Namun, ada hal yang perlu menjadi perhatian. Membaca buku dapat membuat fokus dan konsentrasi menjadi lebih baik karena kurangnya gangguan.

Laman tempo.co menjelaskan bahwa membaca menggunakan gadget memiliki efek samping dari cahaya biru dari gadget itu sendiri. Cahaya ini berefek negatif pada produksi hormon melatonin yang membuat sulit tidur. Efek panjangnya adalah mata mudah lelah, sehingga kesehatan mata menurun. 

Sebuah laman halodoc.com memberikan tips dalam membaca agar manfaat membaca dapat optimal. Membaca seyogyanya di tempat yang nyaman dan terang agar mata tidak gampang lelah. Waktu membaca haruslah dapat dinikmati. 

Seiring bertambahnya usia, kemampuan kognitif manusia menurun. Membaca dapat mencegah hal ini. Membaca bermanfaat sejak usia anak-anak, dewasa, hingga lansia. 

Maka, meluangkan waktu membaca menjadi sangat baik sebagai rutinitas harian mengingat banyaknya manfaat membaca untuk kesehatan.


Wallahu A’lam
Oleh Iva Fitriana

Iva Fitriana

Saya ibu rumah tangga yang berwirausaha, lulus sebagai sarjana science dan pengalaman kerja 11 tahun di LSM, dengan pengalaman leadership selama 6 tahun. Saat ini sedang belajar menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tsirwah Partnership - muslimah creator