3 Tips agar Dicintai Allah SWT, Malaikat, dan Manusia
TSIRWAH INDONESIA – Sebagaimana diketahui bahwa dalam menjalani kehidupan, selain berinteraksi dengan sesama manusia, kita pun selalu dikelilingi oleh malaikat.
Oleh karena itu, selain menjaga hubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala, kita pun hendaknya senantiasa berbuat baik terhadap manusia dan malaikat juga.
Salah satu cara untuk menjaga hubungan tersebut ialah dengan melaksanakan nasehat dari Sayyidina ‘Utsmān bin ‘Affān radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا اَحَبَّهُ اللهُ وَمَنْ تَرَكَ الذُّنُوْبَ أَحَبَّهُ الْمَلَائِكَةُ وَمَنْ حَسَمَ الطَّمَعَ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ اَحَبَّهُ الْمُسْلِمُوْنَ.
Artinya: “Barangsiapa yang meninggalkan urusan duniawinya, maka ia akan dicintai oleh Allah, dan barangsiapa yang menjauhi perbuatan dosa, maka ia akan disenangi oleh Malaikat, dan barangsiapa menjauhkan sifat tamak dalam dirinya, ia pasti akan dicintai oleh kaum muslimin.”
Tips Mendapatkan Cinta Allah SWT, Malaikat, dan Manusia
1. Meninggalkan Urusan Duniawi
Pada hakikatnya dunia merupakan tempat ujian di mana manusia sering berbangga-bangga dan bermegah-megahan di dalamnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hadid ayat 20:
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ
Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.”
Pada dasarnya Islam tidak larang manusia untuk memperoleh dunia. Selama perkara duniawi yang ia miliki tidak membuatnya lalai, lupa diri, pamer, ataupun riya.
Oleh karena itu, barang siapa yang tidak lalai karena urusan dunianya. Bahkan ia manfaatkan untuk kepentingan akhiratnya, maka tidak ragu lagi bahwa ia akan menjadi hamba yang Allah SWT cintai.
2. Menjauhi Perbuatan Dosa
Sebagai makhluk gaib yang selalu menemani kita, malaikat dapat mencium bau busuk dari perbuatan dosa yang kita lakukan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
إِذَا كَذَبَ الْعَبْدُ تَبَاعَدَ عَنْهُ الْمَلَكُ مِيلًا مِنْ نَتْنِ مَا جَاءَ بِهِ
Artinya: “Jika seorang hamba berdusta, maka malaikat akan menjauh darinya sejauh satu mil karena bau busuk yang keluar darinya,” (HR Tirmidzi).
Jika bau busuk yang timbul dari berdusta saja membuat mereka menjauh sejarak satu mil, terlebih lagi jika dosa lainnya, tentu akan sangat mengganggu mereka.
Selain itu juga dengan mengurangi maksiat, akan meringankan tugas malaikat pencatat amal, yang bertugas mencatat segala amal baik maupun buruk.
|| BACA JUGA : Mengharapkan Rahmat Allah, Begini Keutamaannya
3. Menjauhi Sifat Tamak
Sifat tamak akan membuat manusia tidak merasa puas terhadap apapun yang ia miliki. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits berikut ini:
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Artinya: “Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat,” (Muttafaqun ‘alaih).
Sifat demikian akan membuat manusia sanggup menghalalkan segala cara demi memperoleh apa yang ia inginkan, sehingga membuat orang lain khawatir barangnya akan diambil oleh pemilik sifat tamak tersebut.
Sebaliknya seseorang yang tidak memiliki sifat tamak, akan membuat orang lain merasa tenang dan aman tatkala bersamanya.
Demikianlah nasehat kehidupan agar kita dapat menjaga hubungan baik dengan Allah SWT, malaikat, dan manusia. Semoga Allah SWT memberikan kita taufik untuk mudah mengamalkan nasehat tersebut.
Wallahu A’lam
Oleh Ustadz Ahmad Bayu
