Hikmah & Wawasan

Inilah 3 Waktu yang Bahaya untuk Tidur, Nomor 1 sering Dilakukan

TSIRWAH INDONESIA –ย Tidurย adalah salah satu aktivitas istirahat yang dilakukan oleh manusia di setiap harinya. Dengan porsiย tidurย yang cukup, seseorang dapat menjalankan aktivitas kesehariannya secara maksimal. Dalam Al-Qurโ€™an suratย Ar-Rumย ayat 23 Allahย subhanahu wa taโ€™alaย telah berfirman:

 ูˆูŽู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ู…ูŽู†ูŽุงู…ููƒูู…ู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุงุจู’ุชูุบูŽุงุคููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽุขูŠูŽุงุชู ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ

Artinya: โ€œDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.โ€

Menurut Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya Ar-Rahmah fi at-Thib wa al-Hikmah halaman 20, beliau menjelaskan bahwa porsi waktu tidur yang ideal bagi manusia dalam sehari semalam adalah antara enam sampai delapan jam, dengan menyertakan tidur qailulah (tidur sebentar) di siang hari.

Meski demikian, ada waktu-waktu tertentu yang tidak dianjurkan bagi seseorang untuk tidur, di antaranya adalah sebagai berikut:

Tidur di waktu ini menjadi penyebab terhalangnya mendapatkan berkahnya rezeki dan umur. Sebab waktu-waktu tersebut merupakan waktu diturunkannya keberkahan rezeki pada seseorang. Hal ini seperti dijelaskan oleh Habib Zain bin Smith dalam kitab Fawaid al-Mukhtarah halaman 590 yaitu:

 ุงู„ู†ูˆู… ุจุนุฏ ุงู„ุตุจุญ ูŠุฐู‡ุจ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุฑุฒู‚ ูˆุงู„ุนู…ุฑ ู„ุฃู† ุจุฑูƒุฉ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุฉ ูู‰ ุงู„ุจูƒูˆุฑ ูˆู‡ูˆ ุจุนุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ุฅู„ู‰ ุทู„ูˆุน ุงู„ุดู…ุณ.

Artinya: โ€œTidur setelah subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur, sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah sholat subuh sampai terbitnya matahari.โ€

Tidur pada waktu ini berisiko mengurangi daya aktif akal pelakunya. Dalam salah satu hadits dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha bahwasannya Rasulullah shalallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

 ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ููŽุงุฎู’ุชูู„ูุณูŽ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู„ููˆู…ูŽู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู

Artinya: โ€œBarang siapa tidur setelah waktu asar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri,โ€ (HR Ad-Dailami).

Meski para ulama menghukumi hadits di atas sebagai hadits dhaif namun hadits di atas masih relevan dalam konteks fadlaโ€™il al-aโ€™mal (perbuatan keutamaan).

Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠู’ุซูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง

Artinya: โ€œBahwasannya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membenci tidur sebelum sholat โ€˜Isya dan berbincang-bincang setelahnya,โ€ (HR Bukhari).

Alasan dimakruhkannya tidur sebelum melaksanakan sholat isyaโ€™ yaitu dijelaskan oleh Syaikh Badruddin Al-โ€˜Aini dalam kitab โ€˜Umdah Al-Qari Syarah Shahih al-Bukhari juz 5 halaman 66 sebagai berikut:

 ูˆูŽุฃู…ุง ุณูŽุจูŽุจ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉ ุงู„ู†ู‘ูˆู… ู‚ุจู„ู‡ูŽุง ููŽู„ูุฃูŽู† ูููŠู‡ู ุชุนุฑุถุง ู„ููŽูˆูŽุงุช ูˆูŽู‚ุชู‡ูŽุง ุจุงุณุชุบุฑุงู‚ ุงู„ู†ู‘ูˆู…ุŒ ูˆูŽู„ูุฆูŽู„ูŽู‘ุง ูŠุชุณุงู‡ู„ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒ ููŠู†ุงู…ูˆุง ุนูŽู† ุตู„ูŽุงุชู‡ูŽุง ุฌู…ูŽุงุนูŽุฉ. ูˆูŽุฃู…ุง ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉ ุงู„ุญูŽุฏููŠุซ ุจุนู’ุฏู‡ูŽุง ููŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูุคูŽุฏูู‘ูŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‡ุฑุŒ ูˆูŽูŠุฎูŽุงู ู…ูู†ู’ู‡ู ุบูŽู„ูŽุจูŽุฉ ุงู„ู†ู‘ูˆู… ุนูŽู† ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ ูˆูŽุงู„ุฐูƒุฑ ูููŠู‡ูุŒ ุฃูŽูˆ ุนูŽู† ุตูŽู„ูŽุงุฉ ุงู„ุตูู‘ุจู’ุญ.

Artinya: โ€œAdapun sebab makruhnya tidur sebelum isyaโ€™ karena akan berpotensi hilangnya waktu isyaโ€™ dengan menghabiskan waktu untuk tidur dan juga supaya orang-orang tidak menganggap enteng hal demikian, hingga mereka tidur dan meninggalkan sholat isyaโ€™ secara berjamaah. Adapun makruhnya berbincang-bincang setelah isyaโ€™ karena akan mendorong untuk begadang dan dikhawatirkan akan tertidur hingga meninggalkan qiyamul-lail, berdzikir saat malam dan meninggalkan sholat subuh.โ€

Waktu tidur yang dianjurkan oleh Islam adalah tidur di waktu qailulah. Berkaitan dengan qailulah ini, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

 ู‚ููŠู„ููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ููŠู„ู

Artinya: โ€œTidurlah qailulah (siang hari) kalian, sesungguhnya setan tidak tidur di waktu qailulah,โ€ (HR Ath-Thabrani).

Imam Asy-Syirbini Al-Khatib di dalam kitab Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah juz 34 halaman 130 menyatakan bahwa waktu tidur qailulah adalah di tengah siang ketika zawal (matahari tergelincir ke barat), mendekati waktu zawal atau sesudahnya.

Fungsi utama tidur qailulah ini adalah sebagai persiapan agar dapat melaksanakan qiyamul-lail dengan sholat dan berdzikir di malam hari. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihyaโ€™ Ulum ad-Din juz 1 halaman 338 sebagai berikut:

 ุงู„ู‚ูŠู„ูˆู„ุฉ ูˆู‡ูŠ ุณู†ุฉ ูŠุณุชุนุงู† ุจู‡ุง ุนู„ู‰ ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŠู„ ูƒู…ุง ุฃู† ุงู„ุชุณุญุฑ ุณู†ุฉ ูŠุณุชุนุงู† ุจู‡ ุนู„ู‰ ุตูŠุงู… ุงู„ู†ู‡ุงุฑ

Artinya: โ€œTidur qailulah adalah sunnah yang dapat membantu seseorang untuk melaksanakan qiyamul-lail, seperti halnya sahur hukumnya sunnah yang berfungsi untuk membantu seseorang dalam melaksanakan puasa di siang hari.โ€

Selain itu, Islam menganjurkan agar seseorang menjadikan waktu malam sebagai waktu untuk tidur dan istirahat, sedangkan waktu siang untuk bekerja dan beraktivitas. Sebab pola demikianlah yang dipandang ideal seperti ditegaskan dalam Al-Qurโ€™an surat An-Nabaโ€™ ayat 10-11 sebagai berikut:

 ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ู„ูุจุงุณุงู‹ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ุงุฑูŽ ู…ูŽุนุงุดุงู‹

Artinya: โ€œDan Kami menjadikan malam sebagai pakaian (waktu tidur), dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.โ€

Demikianlah penjelasan tiga waktu yang bahaya untuk tidur. Semoga kita bisa menghindarinya dan dapat mengamalkan tidur qailulah.

Wallohu A’lam
Oleh Aryan Andika

Editor: Dewi Anggraeni

Pecinta ilmu, pejuang dakwah, & pengharap cinta-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tsirwah Partnership - muslimah creator