Alquran & HaditsHikmah & Wawasan

Keutamaan Menanam Pohon: Berikut Dalil Tentang Penghijauan

TSIRWAH INDONESIA –ย Salah satu konsep pelestarian lingkungan dalam Islam adalah penghijauan dengan cara menanam atau bertani. Nabi Muhammadย shallallahu โ€˜alaihi wasallamย menggolongkan kegiatan orang-orang yang menanam pohon sebagai bentukย shodaqah.

Dalil tentang penghijauan, diungkapkan secara tegas dalam Hadits Rasulallah shallallahu โ€˜alaihi wasallam berikut ini:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุบู’ุฑูุณู ุบูŽุฑู’ุณู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุฒู’ุฑูŽุนู ุฒูŽุฑู’ุนู‹ุง ููŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุทูŽูŠู’ุฑูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู‡ููŠู…ูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ 

Artinya:ย โ€œRasulallahย SAWย bersabda;ย โ€˜Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalahย shodaqah,โ€ (HRย Bukhari).

Selain dalam hadits, Al-Qurโ€™an juga menjelaskan dua pertimbangan mendasar dalam upaya penghijauan, sebagaimana dalil-dalil berikut ini:

Pertimbangan manfaat menjadi hal mendasar dalam upaya penghijauan. Ketentuan tersebut dijelaskan dalam Al-Qurโ€™an surat Abasa ayat 24 – 32 sebagai berikut:

ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุทูŽุนูŽุงู…ูู‡ู (ูขูค) ุฃูŽู†ูŽู‘ุง ุตูŽุจูŽุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ุตูŽุจู‹ู‘ุง (ูขูฅ) ุซูู…ูŽู‘ ุดูŽู‚ูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุดูŽู‚ู‹ู‘ุง (ูขูฆ) ููŽุฃูŽู†ู’ุจูŽุชู’ู†ูŽุง ูููŠู‡ูŽุง ุญูŽุจู‹ู‘ุง (ูขูง) ูˆูŽุนูู†ูŽุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุถู’ุจู‹ุง (ูขูจ) ูˆูŽุฒูŽูŠู’ุชููˆู†ู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุฎู’ู„ู‹ุง (ูขูฉ) ูˆูŽุญูŽุฏูŽุงุฆูู‚ูŽ ุบูู„ู’ุจู‹ุง (ูฃู ) ูˆูŽููŽุงูƒูู‡ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุจู‹ู‘ุง (ูฃูก) ู…ูŽุชูŽุงุนู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ููƒูู…ู’ (ูฃูข)

Artinya: โ€œMaka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit). Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu. Anggur dan sayur-sayuran. Zaitun dan pohon kurma. Kebun-kebun (yang) lebat. Dan buah-buahan serta rumput-rumputan. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.โ€

Pertimbangan manfaat tersebut menjadi dalil bagi kita untuk mulai menanam, menghijaukan bumi, serta mengambil manfaat dari hasil tanaman yang didapat untuk banyak orang.

Pertimbangan keindahan menjadi hal mendasar berikutnya dalam upaya penghijauan. Ketentuan tersebut dijelaskan dalam Al-Qurโ€™an surat An-Naml ayat 60 berikut ini:

ุฃูŽู…ูŽู‘ู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ู…ูŽุงุกู‹ ููŽุฃูŽู†ู’ุจูŽุชู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุญูŽุฏูŽุงุฆูู‚ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽู‡ู’ุฌูŽุฉู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูู†ู’ุจูุชููˆุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุฆูู„ูŽู‡ูŒ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูŽู„ู’ ู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูŠูŽุนู’ุฏูู„ููˆู†ูŽ (ูฆู )

Artinya: โ€œAtau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).โ€

Ungkapan ‘kebun-kebun yang sangat indah’ย dalam ayat tersebut,ย memiliki artiย menyejukkan jiwa, mata dan hati ketika memandangnya. Hal tersebut menjadi penguat dalil sebelumnya, dalam upaya menanam dan menghijaukan bumi ini.

Itulahย dalil tentang penghijauan, baik dalam hadits maupun Al-Qurโ€™an. Dalam hadits dijelaskan bahwa kegiatan menanam berarti bershodaqoh.

Begitupun dalam Al-Qurโ€™an dijelaskan terkait dua hal mendasar dalam upaya penghijauan, yaitu pertimbangan manfaat dan keindahan.

Dalil-dalil yang telah dijelaskan di atas, semoga mampu memotivasi kita untuk mulai menanam dan menghijaukan bumi yang Allahย subhanahu wa ta’alaย amanahkan kepada manusia.

Wallohu A’lam
Oleh Abdul Latif

Editor: St. Chikmatul Haniah

Aktivis Dakwah, Penulis, Content creator, serta peniti karir akhirat dengan membangun rumah santri virtual melalui media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tsirwah Partnership - muslimah creator