Simak 3 Solusi ketika Futur, Poin 2 jarang Dilakukan
TSIRWAH INDONESIA – Futur ialah rasa malas, tidak bergairah, dan tidak bersemangat yang menyerang hubungan manusia dengan ibadahnya. Futur harus segera diatasi, karena dapat menjerumus kepada maksiat.
Saat futur melanda, melaksanakan ibadah wajib menjadi terasa berat, terlebih ibadah sunnah. Raga sedang beribadah, namun hati terasa hampa dan tidak ada nikmat ibadah sama sekali.
Golongan Orang yang sedang Futur
1. Berhenti dari Aktivitas Ibadah
Saat futur melanda, golongan ini meninggalkan segala ibadah yang biasa dilakukan. Tidak dipungkiri, banyak orang yang masuk golongan ini.
Sebagai contoh, ia yang terbiasa sholat tepat waktu, sekarang ia sering menunda sholat, bahkan sampai meninggalkannya. Kemudian, yang setiap hari membaca Alqurโan, sekarang tidak menyentuh Alqurโan sama sekali.
2. Memaksa untuk Tidak Berhenti
Golongan ini berusaha untuk tetap melakukan ibadah dan tidak meninggalkannya. Namun disaat futur, intensitas ibadah yang ia lakukan berbeda.
Sebagai contoh, yang biasanya sholat sunnah enam rakaat, sekarang dua rakaat, yang biasanya membaca Alqurโan setengah juz, sekarang ia membaca Alqur’an satu lembar.
3. Kembali kepada Keadaan Semula
Saat sedang futur, ia berusaha tetap melakukan ibadah yang biasa ia lakukan. Ia mencharge iman dengan kegiatan yang bermanfaat, kemudian ia kembali beribadah dengan keadaan iman yang penuh.
Cara Mengatasi Futur
Sebagai mukmin sejati, kita tidak boleh membiarkan futur terus melanda, karena pada saat futur, celah setan sangat terbuka lebar untuk beraksi.
1. Memohon Pertolongan dan Petunjuk Allah Subhanahu wa Taโala
Sudah semestinya segala urusan kita gantungkan kepada Allah SWT. Berdoa kepada Allah SWT agar menjadi orang yang bertakwa dan terjaga keimanannya.
Sebagaimana doa yang diajarkan dalam Alqurโan surah Alkahfi ayat 10:
ุฑูุจููููุง ุขุชูููุง ู ููู ููุฏููููู ุฑูุญูู ูุฉู ูููููููุฆู ููููุง ู ููู ุฃูู ูุฑูููุง ุฑูุดูุฏูุง
Artinya: โWahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.โ
2. Beramal Sesuai Kemampuan
Jangan beramal berlebihan, khawatir akan bosan dan meninggalkan amal tersebut. Dijelaskan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ู ูููุ ุนูููู ุจู ุง ุชุทูููู, ููุงููู ูุง ููู ูููู ุงููู ุญุชู ุชูู ูููููุง, ููุงู ุฃุญุจ ุงูุฏูู ุฅููู ู ุง ุฏุงูู ุตุงุญุจู
Artinya: โJangan demikian! Hendaklah kalian beramal sesuai kemampuan kalian. Demi Allah, Allah tidak akan bosan (untuk menerima amalan kalian) hingga kalian sendiri yang akan merasa bosan, sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang rutin dikerjakan pelakunya,” (HR Bukhari Muslim).
3. Memilih Teman yang Baik
Teman dapat memengaruhi karakter dan pemahaman agama seseorang. Allah SWT menghendaki hamba-Nya berteman dengan seseorang yang memiliki landasan iman dan takwa.
Dijelaskan dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata:
ููู ุฌู ูุฉุ ูููุจุบู ุฃู ูููู ููู ู ุชุคุซุฑ ุตุญุจุชู ุฎู ุณ ุฎุตุงู : ุฃู ูููู ุนุงููุงู ุญุณู ุงูุฎูู ุบูุฑ ูุงุณู ููุง ู ุจุชุฏุน ููุง ุญุฑูุต ุนูู ุงูุฏููุง
Artinya: โSecara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut: orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bidโah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia.โ
Demikian solusi yang bisa kita lakukan ketika futur sedang melanda. Semoga bermanfaat, aamiin.
Wallohu A’lam
Oleh Fatihah Nur Saโadah
